Rabu, 20 Januari 2010

Arsitektur bangunan lama di Bandung

Kota Bandung adalah ibu kota provinsi Jawa Barat. Kota ini pada zaman dahulu dikenal sebagai Parijs van Java (bahasa Belanda) atau “Paris dari Jawa”. Di kota ini terdapat banyak bangunan-bangunan lama bersejarah yang merupakan salah satu saksi sejarah masa lalu dengan berbagai ragam arsitektur. Melalui salah satu bangunan-bangunan tersebut itu, kita bisa menelusuri perjalanan sejarah kota dan masyarakat Bandung.

Dari segi arsitektur, Bandung pernah dijuluki sebagai laboratorium arsitektur paling lengkap. Kenyataan ini, justru menjadi inspirasi dan objek penelitian para arsitektur dari berbagai belahan daerah. Model awal arsitektur modern Kota Bandung banyak yang menampilkan perpaduan antara budaya Timur dan Barat yang oleh sejarawan disebut sebagai arsitektur Indo-Eropa.

Perpaduan tersebut juga terlihat pada karya kelompok arsitek Hindia Belanda NIAK (Nederlands Indie Arsitectuur Krink), seperti Maclaine Pont, CP Wolff Schoemaker, FJL Gheijsels, dan sebagainya.

Arsitektur modern sebelum Perang Dunia I dimulai dengan adanya pengaruh Art Nouveau yang banyak menampilkan keindahan plastisitas alam, dilanjutkan dengan pengaruh Art Deco yang lebih mengekspresikan kekaguman manusia terhadap kemajuan teknologi. Konsep tersebut kemudian dimanifestasikan ke dalam media arsitektur dan seni, serta gaya hidup. Dari hasil penelitian sejarah perkembangan arsitektur modern tersebut, Kota Bandung memperlihatkan kualitas dan kuantitas peninggalan arsitektur modern paling kaya dibandingkan dengan kota-kota besar lain di Indonesia.

Ragam gaya arsitektur art deco yang tak kurang jumlahnya bisa dijumpai di sepanjang Jalan Braga, salah satu jalan paling bergengsi di Kota Bandung, di samping gaya arsitektur lainnya. Pada saat itu di Bandung terdapat lebih dari 70 perancang bangunan. Bahkan, tak kurang dari Ir Soekarno, Presiden RI pertama, sempat memberi warna dan kekayaan arsitektur bangunan di kota ini. Bangunannya dicirikan dengan atap bertingkat dua dan bagian atasnya terdapat semacam gada.

Selain itu bangunan-bangunan arsitektur Eropa juga banyak terdapat di pusat kota Bandung, Alun-alun, misalnya gedung Merdeka yang di rancang oleh CP Wolff Schoemaker, gedung swarha yang merupakan bangunan art deco bekas hotel savoy homan, kantor pos, gedung bank Mandiri dan lain-lain.

Sayang, sebagian bangunan-bangunan yang bisa menceritakan tentang sejarah kota, kebudayaan dan seni arsitektur tersebut mulai banyak diruntuhkan dan tak banyak diantaranya yang telah rusak.

Foto bangunan bersejarah di bandung ini, di ambil pada hari jumat 8 januari 2010, pada jam 09.00, kendala yang didapat pda saat memotret bangunan-bangunan lama ini, yaitu :
- karena letak bangunan yang berada di pinggir jalan dan keadaan jalan ramai pada waktu itu, jadi sangant sulit untuk mendapatkan foto bangunan dengan baik, karena banyak kendaraan yang melintas
- Keadaan cuaca yang tidak tetap, terkadang panas terkadang mendung sehingga sulit untuk mendapatkan kualitas gambar yang terang
 
blogger template by arcane palette